✓ Read Þ Non-Spesifik by Gratiagusti Chananya Rompas Ù areyoubetteroff.co

Some poems spoke to me, some others did not Normal But as a concept the font, the layout, the illustration, the different parts, the covers this poetry book speaks loudly for itself and it is beautiful.
Sebetulnya tidak mengerti betul tentang puisi Tapi membaca buku ini, pulang kantor dan di kereta komuter, bikin ingin cepat cepat sampai rumah Untuk memeluk Tania Mungkin itu cukup bikin saya bilang buku ini bagus sekali.
Tergoda Dan Terluka Oleh Judul Buku Puisi Ini Judul Yang Non Puitik Ini Sepadan Dengan Perangai Sajak Sajak Anya Yang Merongrong Ketenangan Dan Ketenteraman Jiwa Joko Pinurbo, Penyair Memilukan Tapi Tidak Cengeng Membacanya Kita Seperti Mengais Wajah Kita Sendiri Oka Rusmini, Penyair Keberanian Yang Mereka Tawarkan Menghuni Pikiran Saya Untuk Waktu Yang Lama Maesy Ang, POST bookshop Fragmen Fragmen Diri Yang Tercecer Indah Di Kota Ini Kembang Api Menolak Manis Dan Meledak Di Non Spesifik Cyntha Hariadi, Penulis ✓ read Þ Non-Spesifik by Gratiagusti Chananya Rompas Ù Salah Satu Buku Puisi Terbaik Yang Pernah Saya Baca Norman Erikson Pasaribu, Cerpenis Dan Penyair Lama betul saya menamatkan buku ini Padahal kota ini kembang api dulu bisa saya tamatkan tak lebih dari seminggu Mungkin karena puisi puisi di non spesifik ini lebih panjang, lebih bercerita, lebih berparagraf Sedangkan saya pribadi lebih menyukai sajak sajak yang singkat, pendek, sederhana Ini hanya masalah selera, tentu saja.
Ï Non-Spesifik ç Saya bukan anak sastra garis keras yang paham setiap metafora dalam diksi setiap puisi Biasanya, saya malah bodoh saat membaca puisi Tapi kata kata dan cerita dalam Non Spesifik ini terasa sangat akrab seperti potongan potongan pikiran yang ditemui di pinggir jalan di Jakarta Jangan sampai tertipu oleh judulnya perasaan perasaan yang ada dalam puisi puisi ini seringkali sangat spesifik, mulai dari pengalaman menjadi ibu, perempuan, anak, maupun manusia manusia baja di ibukota yang sudah lupa bagaimana caranya melihat keluar jendela Anya menulis dengan presisi yang tak disangka sangka membuat air mata menitik.
Saya tidak tahu puisi yang bagus itu seperti apa, yang saya tahu hanya saya suka tulisan tulisan Anya karena bisa membuat saya menangis dan merasa apa apa yang bisa dirasakan.
Ini buku puisi pertama yang saya beli dengan kesadaran penuh saya beli setelah bertemu langsung dengan Mbak Anya Dan buku ini akan selalu mempunyai nilai sentimental karena buku ini ada ketika saya terjebak di krl selama 6 jam, saat listrik jabodetabek tiba tiba mati total Beberapa review dari penulis hebat seperti Eka Kurniawan dan Joko Pinurbo sudah sangat merangkum isi buku ini Puisi puisi Anya sangat anarkis, namun romantis Kita dapat lihat dari gaya penulisan dan isinya Perpaduannya memberi suasana membaca yang depresif namun melegakan, begitu melankolis namun ia tulis dengan penuh perlawanan Kebanyakan puisinya berisi sudut pandang Anya pada kejadian kejadian yang mungkin tidak ada artinya di mata kita, dan baru bisa k TURIS ADALAH HANTUgentayangan dari satu tempat ke tempat yang lainhabiskan kopi sambil membaca koran berisi berita berita asingtinggalkan tip sebelum menghilang di balik pintutertawa ceriaterpesona bangunan bangunan tuaambil gambar sana sinilalu janji kembaliwalau tahu tak akan datang lagiaku juga ingin berliburlalu jadi hantu Buku antologi ini adalah sebuah contoh nyata kuantitas di atas kualitas Kau mungkin akan menemukan beberapa puisi berkualitas, tapi sayangnya tidak banyak yang bernilai dari buku ini review ini akan saya update dengan ulasan yang lebih panjang.



Semenjak buku ini pertama kali mejeng di toko buku, saya bolak balik mempertimbangkan untuk membawanya ke kasir Karena buku pertama Anya, Kota ini Kembang Api sangat saya sukai Namun, saya baru berkesempatan memilikinya secara penuh, setelah mendapatkan kiriman paket dari gramedia yang salah satunya adalah buku ini.
Jelas, puisi dalam buku ini berisikan kesepian, kosong, dan hal hal yang membuat malam saya semakin kelam Saya suka bahasa Anya yang tidak aneh aneh, bentuk puisi juga tidak merumitkan pembaca Namun, pesan dan keindahan bahasanya dapat.
Buku yang dalam.
sebenarnya bacaan saya yang belum selesai masih banyak tapi malam itu saya tiba2 dikasih rekumen ini, trus baru sempat baca tadi selama perjalanan dari bekasi jakarta dalam keadaan mood agak berantakan dan super ngantuk tapi pas udah mulai baca langsung segerrrr.
puisi di buku2 ini menarik seperti membaca diary atau bahkan seperti mendengar langsung obrolan dari penulisnya ada beberapa puisi yang malah saya baca sambil di nyanyikan soalnya kayak keren aja gitu kalau jadi lagu2 band pop punk xDyang mungkin bisa dinyanyikan yang judulnya Kapal Selam ntah kenapa rasanya indah banget saya sampai rekumen ke teman saya yang suka ngulik lagu dan musik eh boleh gak sih nyanyiin puisi orang gini paling suka episode 2 banyak ketawa banyak merenung dan yha juga ya dan banyak juga puisi yang pernah saya alami dan sempat terlintas di kepala juga.
trus baru sadar kalau mbak p

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *